Blog

  • 10 Peraturan CPNS Dan Pedoman Seleksinya

    10 Peraturan CPNS Dan Pedoman Seleksinya

    Siapa sih sekarang ini yang tidak ingin mendapatkan jenjang karir bagus dalam kehidupannya dengan berkarir sebagai PNS? Tentunya semua orang ingin menjadi seorang PNS dan inilah yang membuat ribuan orang mendaftar dalam tes seleksi. Tentu ada beberapa peraturan CPNS yang memang menjadi salah satu poin penting untuk Anda perhatikan.

    Sebagai peserta dari tes seleksi CPNS sendiri maka Anda harus memahami beberapa hal terkait termasuk juga peraturannya. Ini akan membantu Anda untuk lebih mudah mendapatkan kesempatan lolos tes. Sehingga peluang Anda menjadi seorang PNS akan di dapatkan secara maksimal tentunya.

    Nah, beberapa peraturan CPNS tentunya sudah banyak sekali di bahas di berbagai artikel yang kini tersedia. Namun, tidak ada salahnya apabila Anda memahami lebih lanjut mengenai peraturan daftar sebagai CPNS. Sehingga kemudian akan hasilkan peluang sukses jauh lebih mudah dengan menjadi seorang PNS.

    Dalam kesempatan ini tentu akan kami bahas lebih jauh lagi mengenai beberapa peraturan penting untuk daftar CPNS. Beberapa peraturan tersebut tentunya akan membuat Anda mendapatkan kesempatan lolos lebih mudah.

    Berikut Ini Adalah Beberapa Peraturan CPNS Serta Juga Pedoman Seleksi Yang Harus Ketahui

    Pedoman seleksi CPNS, ada beberapa tahapan yang tersedia

    Perlu Anda ketahui bahwa pada dasarnya salah satu pedoman dasar dari seleksi CPNS yang berlangsung adalah tahapannya. Dalam hal ini tentunya tahapan yang tersedia di mulai dari tes administrasi, seleksi SKD, dan masih banyak lagi lainnya. Anda harus benar benar mempelajari dengan tepat mengenai pedoman seleksi CPNS ini agar hasilnya sesuai dengan harapan.

    Perlu Anda pahami bahwa dengan mengikuti pedoman seleksi dengan tepat maka Anda akan dapatkan kemudahan. Anda akan mendapatkan kesempatan untuk bisa lolos seleksi CPNS dengan tepat sesuai dengan harapan. Ini menjadi hal penting yang memang harus Anda lakukan sebagai calon peserta agar paham alur tahapannya.

    Peraturan CPNS pertama adalah setiap peserta tidak boleh terlambat

    Tentunya seleksi CPNS sendiri pada dasarnya menjadi salah satu yang paling ditunggu oleh para calon peserta. Namun ada ketentuan yang memang wajib untuk Anda perhatikan dengan tepat agar bisa nyaman mengikuti tes.

    Salah satu peraturan CPNS sendiri pada dasarnya setiap peserta sendiri wajib untuk hadir pada lokasi tes maksimal 2 jam sebelum dimulai. Tentunya hal ini berlaku untuk semua peserta untuk menghindari adanya keterlambatan peserta mengikuti tes. Bagi para peserta yang terlambat dianggap gagal mengikuti tes seleksi CPNS sehingga kesempatan lolos akan gagal. Baca juga Tes SKB yang perlu di ketahui.

    Pakaian yang harus digunakan adalah kemeja putih dan bawahan hitam berbahan kain

    Salah satu kewajiban lainnya yang harus setiap peserta patuhi adalah terkait dengan pakaian yang haru di kenakan saat seleksi. Hal ini menjadi salah satu hal penting yang harus Anda perhatikan sebagai peserta tes seleksi CPNS.

    Setiap peserta wajib untuk bisa menggunakan kemeja berwarna putih polos dan dengan bawahan berwarna hitam. Bawahan yang di kenakan wajib berbahan dasar kain bukan dari bahan jeans dan lain sebagainya. Ini menjadi salah satu ketentuan wajib yang memang harus Anda pahami dengan baik sebagai peserta seleksi CPNS.

    Tentunya beragam peraturan CPNS sendiri menjadi salah satu hal penting yang harus Anda pahami sebagai calon peserta. Semoga dengan ini Anda dapat menerapkan pedoman seleksi secara tepat agar bisa lebih mudah lolos seleksi CPNS.

  • Ini Dia 2 Rangkaian Tes SKB Yang Perlu Kamu Lalui

    Ini Dia 2 Rangkaian Tes SKB Yang Perlu Kamu Lalui

    Tes SKB, Apakah kamu memiliki cita – cita untuk menjadi seorang ASN? Jika iya, tepat banget di ulasan kali ini kita akan membahas tentang beberapa rangkaian tas SKB yang harus kamu lalui. Sebenarnya untuk menjadi seorang ASN ini kamu bisa memilih berbagai formasi yang telah disediakan.

    Berbagai formasi tersebut di antaranya yaitu Kementrian Pendidikan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Nah, untuk bisa menjadi seorang ASN atau PNS ini kamu harus mengikuti berbagai rangkaian tes yang dilakukan. Mau tahu kira – kira apa saja tes tersebut? Berikut penjelasannya!. Perhatikan juga artikel terkait pendidik non dosen Kemendikbud ini ya.

    Ini Dia 2 Rangkaian Tes SKB Yang Perlu Kamu Lalui Untuk Formasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    tes SKB
    tes SKB

    Rangkaian Tes SKB Formasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    Sebelum kita mengetahui apa saja sih tes SKB yang harus dilakukan untuk bisa masuk ke dalam formasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini, alangkah lebih baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang SKB atau Seleksi Kompetensi Bidang ini. Nah, menurut peraturan dari Kemenpan RB No. 36 Tahun 2018, tes ini dilakukan secara CAT (computer assisted test) dimana para peserta akan diberikan waktu selama 90 menit. Selain itu, ada juga berbagai tes pendukung lainnya seperti tes potensi akademik, tes bahasa asing, psikotes dan masih banyak lagi yang lainnya.

    Secara umum, setiap para calon ASN ini harus melewati 3 rangkaian atau tahapan seleksi di antaranya yaitu seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Adapun, jika kamu tertarik untuk mengikuti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini tentu ada beberapa SKB yang harus dilalui.

    Tes SKB Kemenparekraf

    Namun, perlu diperhatikan di sini bahwa tes di Kemenparekraf ini akan disesuaikan dengan formasi yang dituju. Untuk formasi yang dituju jika bukan:

    • Peneliti Ahli Pertama
    • Kedua, Analis Hukum Ahli Pertama
    • Ketiga, Analis Pariwisata
    • Keempat,Analis Kerja Sama
    • Kelima, Analis Infrastuktur
    • Keenam, Analis Kebijakan Ahli Pertama
    • Ketujuh, Analis Anggaran Ahli Pertama
    • Pranata Komputer Ahli Pertama
    • Widyaiswara Ahli Pertama
    • Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Pertama

    Maka SKB yang harus dilakukan adalah CAT dengan bobotnya yaitu 75%, kemudian wawancara dengan bobot 25%. Kedua rangkaian tes tersebut harus bisa diikuti oleh kamu yang mungkin bukan formasi di atas yang dituju. Selain itu, untuk kamu yang ingin mengikuti formasi yang lain seperti:

    • Verifikator Keuangan
    • Kedua, Analis Industri
    • Ketiga, Analis Ekonomi Kreatif
    • Keempat, Analis Apresiasi Karya Seni
    • Kelima, Analis Penerapan Aplikasi dan Konten
    • Perancang Grafis
    • Pranata Fotografi
    • Dosen Asisten Ahli

    Tes yang harus dilakukan ada 3 tahapan. Pertama yaitu kamu akan melakukan tes yang dinamakan dengan Tes Praktik Kerja. Untuk tes ini memiliki bobot penilaian sebesar 40%. Kemudian, tes kedua yang harus dilakukan adalah menulis makalah yang berkaitan dengan substansi jabatan atau formasi yang sedang kamu lamar tersebut. Untuk di tes kedua ini memiliki bobot penilaian sebesar 35%. Tes ketiga yang harus kamu lakukan yaitu wawancara yang memiliki bobot penilaian sebesar 25%. Perhatikan juga artikel terkait mendaftar cpns ini ya.

    Itulah beberapa rangkaian tes SKB yang harus kamu lakukan untuk bisa masuk ke formasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk bisa mengikuti berbagai tes ini dengan baik, tentunya kamu harus mempersiapkannya supaya dalam tahapan – tahapan tersebut kamu bisa melakukannya sebaik mungkin. Semoga ulasan kali ini bisa bermanfaat bagi kamu ya. Semoga beruntung!.

  • Proporsi Lengkap Materi Jabatan Pendidik Non Dosen Kemendikbud

    Proporsi Lengkap Materi Jabatan Pendidik Non Dosen Kemendikbud

    Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) merupakan seleksi lanjutan CPNS setelah dinyatakan lolos di Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Pendaftar akan melewati beberapa tahapan seleksi dalam SKB. Salah satu yang mendasar adalah CAT dimana pendaftar akan menjawab soal berdasarkan jabatan atau bidang yang dituju. Salah satu bidang yang banyak dipilih adalah pendidik non dosen Kemendikbud. Materi yang diujikan tiap bidang berbeda-beda.

    Tes dan materi SKB telah diatur dalam Peraturan Kemenpan RB Nomor 36 Tahun 2018. Dalam aturan tersebut telah dijelaskan bahwa tes SKB meliputi Computer Assisted Test (CAT), tes potensi akademik, tes praktik kerja, tes bahasa asing, tes fisik, psikotes, tes kesehatan jiwa, dan juga wawancara. Sedangkan materi yang diujikan di CAT sudah ditetapkan pula di dalamnya dengan proporsi yang berbeda-beda per materi.

    Sama seperti seleksi lainnya, SKB sebaiknya juga dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Hindari melakukan persiapan setelah pengunguman SKD. Akan lebih baik jika mempersiapkannya sebelum pengunguman SKD. Bagi kamu yang akan melakukan SKB, kamu harus menguasai semua materi sesuai kebutuhan jabatan yang kamu pilih. Di bawah ini merupakan materi yang diujikan beserta proporsinya untuk jabatan pendidik non dosen Kemendikbud. Perhatikan juga artikel terkait mendaftar cpns ini ya.

    Materi Apa Saja yang Harus Dipersiapkan untuk Kebutuhan Jabatan Pendidik Non Dosen Kemendikbud?

    pendidik non dosen Kemendikbud
    pendidik non dosen Kemendikbud

    6 Materi Jabatan Pendidik Non Dosen Kemendikbud beserta Proporsinya

    1. Literasi Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Proporsi pada materi ini adalah 15%. Kamu harus mengetauhi dan memahami secara keseluruhan literasi pada keempat bidang tersebut.
    2. Literasi Bahasa Inggris. Proporsinya yaitu mencapai 10%. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang selalu menjadi ketentuan dasar dalam seleksi terhadap semua karier pada umumnya. Bahasa Inggris bukan hanya tentang kelancaran pengucapan saja. Kamu harus tahu dasar minimal tentang grammar  yang terdiri dari beberapa formula dalam aturan kebahasaannya.
    3. Penalaran dan Pemecahan Masalah. Materi ini merupakan materi yang memiliki proporsi paling banyak yaitu 30%. Kamu akan menghadapi soal-soal dengan pernyataan beberapa masalah yang akan kamu jawab dengan pemecahan yang akan dilakukan sesuai dengan pemikiran dan idemu sendiri.
    4. Dimensi Psikologi. Proporsi materi ini adalah 20%. Kesehatan mental adalah sesuatu yang paling diutamakan dalam berkarier. Memahami materi dan mempraktikan sesuai kemampuanmu adalah hal yang penting dimana psikis kamu akan diketauhi ukuran dan pencapaiannya.
    5. Wawancara. Materi wawancara memiliki proporsi sebesar 10%. Kamu harus menjawab apapun yang menjadi bahan pertanyaan wawancara dengan sejujur-jujurnya.
    6. Unjuk Kerja. Materi yang terakhir ini memiliki proporsi 15%. Materi yang akan kamu pelajari yaitu tentang penilaian yang mengungkap kemampuan siswa dan siswi, serta pemahaman konsep dan masalah-masalah yang memiliki pemecahan masing-masing. Perhatikan juga artikel terkait perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana ini ya.

    Materi yang harus kamu siapkan bukan hanya tentang pemahaman. Berlatih soal-soal adalah sebuah keharusan yang dilakukan setelahnya agar semua materi yang kamu tangkap tidak cepat hilang dari memori.Materi diatas merupakan materi SKB yang penting untuk kamu ketauhi. Selain jabatan pendidik non dosen Kemendikbud, jabatan lain seperti pendidik dosen juga memiliki materi dan proporsi yang telah diatur dalam Peraturan Kemenpan RB Nomor 36 Tahun 2018. Terkadang ada juga instasi-instasi yang melakukan tes tambahan. Jadi tahapan tes tergantung pada instasi yang dituju.

  • 7 Tips dan Trik Terbaik untuk Kamu Sebelum Mendaftar CPNS

    7 Tips dan Trik Terbaik untuk Kamu Sebelum Mendaftar CPNS

    Mendaftar CPNS, Karier yang banyak diidamkan banyak orang, salah satunya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pendaftar dari tahun ke tahun selalu memiliki jumlah yang banyak. Persaingan untuk bisa lolos cukup ketat. Maka dari itu, jika kamu ingin mendaftar CPNS, kamu harus mempersiapkan dengan sangat matang.

    Banyak keuntungan yang diperoleh oleh PNS. Selain soal gaji yang tinggi, PNS dimudahkan dalam beberapa hal. Seperti ketika ingin bersekolah lagi atau melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi lagi, PNS akan mendapatkan beasiswa khusus. PNS juga mendapatkan pensiun dimana ketika masa pensiun nanti tetap masih mendapatkan gajian bulanannya. Tak heran jika profesi ini sangatlah populer. Perhatikan juga artikel terkait perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana ini ya.

    Tidak sedikit yang mendaftar CPNS tiap tahunnya. Apakah kamu takut bersaing dengan ratusan atau bahkan ribuan orang di Indonesia? Jangan khawatir, kamu harus tetap semangat dan juga berusaha dengan keras. Selain itu, kamu bisa lakukan 7 tips di bawah ini sebelum daftar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

    7 Tips dan Trik Sebelum Mendaftar CPNS

    mendaftar CPNS
    mendaftar CPNS

    Menyusun Jadwal Belajar Secara Teratur Sebelum Mendaftar CPNS

    Jika kamu tidak bisa menyesuaikan kapan kamu harus belajar kapan harus main, kamu akan kehilangan tujuanmu. kamu menjadi malas untuk menjalani jadwal yang kamu susun sendiri, bahkan sampai mengabaikannya cepat atau lambat. Periksalah jadwal setiap hari sampai kamu menghafalnya dan melakukannya dengan konsisten.

    Membuat List Materi Yang Kamu Targetkan

    Carilah informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber tentang apa saja yang diujikan untuk mendaftar CPNS. Setiap kamu selesai satu materi, kerjakan soal-soal yang berhubungan dengan itu. Dengan demikian kamu bukan hanya mengingat, tetapi juga mempraktikannya.

    Jangan Terlalu Banyak Begadang

    Melakukan hal-hal dijadwalkan secara konsisten, pikiran kamu akan refresh. Kamu tidak akan merasa terbebani. Jika tidak, kamu akan dikejar dengan apa yang kamu targetkan. Kamu akan terburu-buru dan ketika mendekati hari seleksi, kamu akan sering begadang.

    Hilangkan Kebiasaan Buruk Sedikit Demi Sedikit

    Setiap orang memiliki kebiasaan buruk yang berbeda-beda. Ada yang kecanduan sosial media, healing keseringan, dan lain sebagainya. Menghilangkannya sedikit demi sedikit akan mempermudah kamu untuk persiapan mendaftar CPNS.

    Memantau Passing Grade

    Kamu harus tahu seberapa perkembangan belajarmu sendiri. Kamu bisa memantaunya melalui kemampuan kamu ketika mengerjakan soal-soal. Buatlah kurva mingguan atau bulanan sesuai dengan jadwal belajarmu.

    Bergabung Dengan Kelompok Belajar

    Terjun bersama kelompok belajar akan meningkatkan perkembangan belajarmu. Apalagi jika kamu belajar dengan teman yang juga akan mendaftar CPNS, kamu bisa saling berbagi pengetauhan. Selain itu, kamu akan semakin bersemangat karena melihat secara langsung bahwa sainganmu juga selalu bekerja keras.

    Sedikit Bersantai Ketika Mendekati Hari Seleksi

    Bersantai bukan berarti tidak melakukan rutinitas. Kamu harus konsisten dan tidak melupakan apa yang menjadi tujuan sejak awal. Hindari ketakutan serta ketegangan ketika mendekati hari seleksi. Kamu bisa bersantai sambil mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan. Perhatikan juga artikel terkait jenis jabatan formasi CPNS ini ya.

    Beberapa tips dan trik di atas bisa kamu terapkan  sebelum mendaftar CPNS. Persiapan matang harus dilaksanakan dengan bijak dan pasti. Masa depanmu tergantung pada usaha, tekad, dan juga doa. Apapun hasilnya nanti, kamu harus bisa menerima. Tidak berusaha dan menggampangkan hanya akan membawa diri sendiri kepada penyesalan.

  • 7 Perbedaan Jabatan Fungsional dan Jabatan Pelaksana

    7 Perbedaan Jabatan Fungsional dan Jabatan Pelaksana

    Jabatan fungsional dan jabatan pelaksanamerupakan jabatan yang ada di Aparatur Sipil Negara atau ASN. Keduanya memiliki pengertian dan tugas yang berbeda. Terutama kamu yang akan menjadi CPNS, harus bisa membedakan antara keduanya. Berikut adalah 7 perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana yang wajib kamu ketauhi.

    7 Perbedaan Jawaban Fungsional dan Jabatan Pelaksana

    perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana
    perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana

    Inilah Bedanya Jabatan Fungsional dan Jabatan Pelaksana

    Berdasarkam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, pegawai ANS terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Pada dasarnya, jabatan ASN itu ada 3 : Jabatan pimpinan tinggi, jabatan administrasi dan jabatan fungsional. Jabatan pelaksana itu sendiri merupakan salah satu bagian jabatan administrasi. Di bawah ini merupakan 7 perbedaan dari jabatan fungsional dan jabatan pelaksana. Perhatikan juga artikel terkait jenis jabatan formasi CPNS ini ya.

    1. Jabatan fungsional adalah jabatan yang memiliki tugas pelayanan fungsional. Sedangkan jabatan pelaksana adalah jabatan yang memiliki tugas pelayanan publik dan juga administrasi, baik administrasi pemerintah maupun negara.
    2. Perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana yang kedua adalah terletak pada sifatnya. Jabatan fungsional bersfiat mandiri, sedangkan pelaksana bersifat keterkaitan dimana pegawai pelaksana memiliki keterkaitan antara pola kerja, mekanisme, dan karakteristik.
    • Kinerja jabatan fungsional lebih jelas daripada jabatan pelaksana. Jadi sudah ada satu aturan yang mencakup segala sesuatu dari jabatan fungsional. Sedangkan aturan jabatan pelaksana dibuat oleh satuan kerja.
    • Kenaikan pangkat jabatan pelaksana cukup lambat dan bersifat reguler. Sedangkan kenaikan pangkat pada jabatan fungsional lebih cepat. Paling cepat hanya dengan masa 2 tahun saja. Kenaikan pangkat pejabat fungsional bisa diperoleh dengan cepat jika pejabat sudah memenuhi syarat untuk naik jabatan.

    Penggajian juga menjadi perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana. Gaji yang didapat oleh jabatan fungsional adalah tunggal dimana para pegawainya mendapat gaji yang standarnya sama berdasarkan bidangnya masing-masing. Sedangkan sistem penggajian jabatan pelaksana yaitu bertingkat-tingkat atau hieraki. Sederhananya, gaji jabatan fungsional lebih mumpuni daripada jabatan pelaksana.

    Perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana

    • Jabatan fungsional memiliki tanggung jawab secara langsung kepada pejabat administrator, pejabat pimpinan tinggi pratama, dan juga penjabat pengawas yang memiliki hubungan dengan tugas dari penjabat fungsional. Sedangkan, jabatan pelaksana yang termasuk ke dalam jabatan struktural memiliki tanggung jawab kepada organisasi yang terstruktur.
    • Perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana juga bisa dilihat langsung dari profesi atau siapa pejabat yang termasuk ke dalamnya. Pejabat atau profesi yang memiliki jabatan fungsional contohnya adalah dokter, bidan, apoteker, penyuluh pertanian, dan lain sebagainya. Sedangkan pejabat yang termasuk ke dalam jabatan pelaksana contohnya seperti administrator, pengawas, dan masih banyak lagi.

    7 Perbedaan di atas merupakan beberapa hal yang membuat kamu bisa membedakan antara jabatan fungsional dan jabatan pelaksana. Namun pada umumnya, jabatan fungsional lebih tinggi daripada jabatan pelaksana. Hal tersebut jelas terlihat karena jabatan pelaksana merupakan jabatan fungsional umum (JFU). Meski demikian kedua jabatan tersebut sama-sama bertanggung jawab sebagai Aparatur Sipil Negara (ANS). Perhatikan juga artikel terkait materi skb ini ya.

    Bagi kamu yang memiliki rencana untuk mendaftar sebagai CPNS dan juga profesi lain, mengetauhi perbedaan jabatan fungsional dan jabatan pelaksana adalah suatu keharusan. Pengetauhan yang perlu dikuasai lebih baik mencakup semua. Hasil yang diperoleh setelah mendapat jabatan karir besar dalam kinerja nyaman. Jadi tak heran jika semua orang mengidamkannya.

  • Terbagi Dua, Ini Dia 2 Jenis Jabatan Formasi CPNS!!

    Terbagi Dua, Ini Dia 2 Jenis Jabatan Formasi CPNS!!

    Undang-undang No.43 tahun 1999 menyebutkan Pokok-Pokok Kepegawaian yaitu jabatan struktural dan jabatan fungsional adalah termasuk jabatan karir. Jenis jabatan tersebut adalah kedua hal mendasar yang perlu dipahami dalam mendaftar CPNS. Agar lebih memahami keduanya, maka simak di bawah ini pengertian mengenai dua jenis jabatan formasi CPNS.

    Pengertian dan Perbedaan Dua Jenis Jabatan Formasi CPNS

    jenis jabatan formasi CPNS
    jenis jabatan formasi CPNS

    Jenis Jabatan Formasi CPNS

    Jabatan fungsional mempunyai arti sekumpulan jabatan yang isinya fungsi beserta tugas yang berhubungan dengan pelayanan. Fungsi yang didasarkan pada keahlian maupun keterampilan tertentu. Sementara jabatan struktural merupakan jabatan yang ada pada sebuah struktur organisasi. Kedua jabatan ini dapat diraih oleh Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat tertentu. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 di atas. Perhatikan juga artikel terkait materi skb ini ya.

    Perbedaan paling menonjol dari kedua jabatan formasi CPNS ini adalah jabatan fungsional tidak terlibat dalam jajaran struktur organisasi namun juga tidak bisa dihilangkan dari keberadaan organisasi. Sementara untuk jabatan struktural adalah menjadi bagian dari struktur organisasi sendiri.

    Jabatan fungsional sendiri terbagi menjadi dua yaitu fungsional keahlian dan fungsional keterampilan. Sesuai yang dijelaskan oleh Keputusan Presiden Republik Indonesia No.87/1999 mengenai rumpun jabatan fungsional PNS. Jabatan fungsional keahlian sendiri artinya jabatan yang pelaksanaan dalam tugas dan fungsinya mampu mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi pada bidang keahliannya. Sementara jabatan fungsional keterampilan yaitu jabatan fungsional dengan kualifikasi teknisi maupun penunjang profesional dalam pelaksaan dan tugas serta fungsinya mensyaratkan pada penguasaan pengetahuan teknis pada satu bidang atau lebih.

    Jabatan Formasi CPNS

    Contoh untuk jabatan fungsional keahlian seperti dokter, akuntan, dosen, dan lainnya. Sedangkan untuk jabatan fungsional keterampilan yakni paramedik veteriner, asisten teknik pengairan, teknisi penerbangan dan lainnya. Jenis formasi CPNS berupa jabatan struktural menjadi hak milik dari pejabat dalam organisasi yang dimaksud. Kedudukan pada jabatan ini berbentuk hirarki. Mulai dari tingkat terendah hingga tingkat tertinggi. Jabatan struktural terbagi menjadi dua tingkat yaitu tingkat pusat dan tingkat daerah.

    Semua PNS diperbolehkan untuk merangkap jabatan struktural sekaligus jabatan fungsional. Namun ada pengecualian khusus yang tidak diperbolehkan merangkap keduanya. Seperti yang sudah disebutkan PP Nomor 47 Tahun 2005 yaitu jabatan rangkap tidak diijinkan oleh profesi peneliti, jaksa dan juga perancang dan dosen.

    Dosen dikecualikan untuk merangkap dua jabatan formasi CPNS karena sudah diatur dalam Pasal 2 permendiknas No.67/2008 mengenai pengangkatan pimpinan PTN yang menyatakan jika dosen dalam lingkungan Kemendikbud. Akan diberikan tugas tambahan dengan pengangkatannya sebagai pimpinan dalam perguruan tinggi maupaun fakultas. Namun ada syaratnya, karena tidak semua dosen bisa merangkap dua jabatan sekaligus.

    Formasi CPNS

    Pasal 18 ayat 1-6 PP No.37/2009 berbunyi bahwa PNS dosen yang telah menjalani masa kerja minimal 8 tahun maka bisa ditempatkan di dalam jabatan struktural dalam perguruan tinggi. Dosen yang telah merangkap ini dapat dibebaskan untuk sementara dalam dari tugas dan juga fasilitas tunjangan jika ia secara penuh ditugaskan di luar jabatannya sebagai dosen. Namun jika masih merangkap keduanya dan memang berjalan seimbang, maka tugas keduanya tetap harus dijalankan. Perhatikan juga artikel terkait tes skd cpns ini ya.

    Itulah dua jenis jabatan formasi CPNS agar tidak salah pilih saat mendaftar. Jika perlu maka pelajari dulu gambaran umum mengenai formasi yang menjadi incarannya. Agar tidak menyebabkan penyesalan di kemudian hari. Selain itu, persiapan yang dilakukan juga akan lebih terfokus jika sudah memahami tujuan yang akan diraih.

  • PENTING!!! Ini Dia 6 Materi SKB Serta Proporsi Lengkap Per Materi

    PENTING!!! Ini Dia 6 Materi SKB Serta Proporsi Lengkap Per Materi

    Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan dilaksanakan setelah muncul pengumuman dari hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Peserta SKB tentunya hanya yang namanya muncul dan dinyatakan lulus SKD. Tahapan SKB biasanya diselenggarakan secara bertahap karena banyak formasi yang terbuka dan tentunya banyak bidang yang harus diuji oleh para peserta. Seluruh SKB pada soal tidak semua dilakukan peserta, hanya menyesuaikan dengan formasi yang dipilih.

    PENTING!!! Ini Dia 6 Materi SKB

    materi SKB
    materi SKB

    Materi SKB untuk Jabatan Dosen Kemendikbud

    yang diberikan untuk seleksi bidang akan berbeda-beda pada setiap instansi. Hal ini dikarenakan kebutuhan kompetensi pada masing-masing instansi akan berbeda. Pelaksanaan tesnya dilakukan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Ada tambahan tes meliputi wawancara, psikotes maupun tes lain yang disesuaikan masing-masing syarat dari jabatan. Salah satunya jabatan untuk dosen Kemendikbud dengan porsi lengkap per materinya. Perhatikan juga artikel terkait tes skd cpns ini ya.

    Etika dan juga Tri Dharma dalam Perguruan Tinggi, jumlah proporsi 10%

    Etika memiliki beberapa arti dan yang pertama adalah pedoman orang maupun kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Arti kedua yaitu serangkaian asas atau norma dan ketiga artinya ilmu mengenai baik buruk. Sedangkan SKB mengartikan etika sebagai peranan penting  dari dosen di dalam lingkup pendidikan dan juga pengajaran. Sementara Tri Dharma artinya tiga kewajiban berupa pengajaran dan pendidikan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang harus dilakukan oleh dosen.

    Literasi Bahasa Inggris dengan proporsi 15% Sebagai Materi SKB Yang Harus Dipelajari

    Literasi Bahasa Inggris hampir sama seperti formasi lain. Peserta akan diuji soal-soal Bahasa Inggris dalam bentuk melengkapi paragraf, melengkapi isi dari sebuah surat dan mencari kesimpulan dari bacaan yang tersedia. Biasanya soal-soal yang muncul berbentuk seperti artikel atau media Indonesia yang dikonversi ke dalam Bahasa Inggris.

    Penalaran serta Pemecahan Masalah  proporsi materi berjumlah 20%

    SKB selanjutnya bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dalam penyelesaian masalah dari peserta. Soal yang disajikan biasanya berbentuk sebuah kasus yang harus dipecahkan. Terlihat mudah apalagi perhitungan yang dibutuhkan sangat dasar. Butuh konsenstrasi tinggi karena soal yang dikerjakan sedikit namun waktu yang disediakan cukup lama.

    Dimensi Psikologi dengan proporsi 15%

    Soal tentang dimensi psikologi megukur tingkat dan mengetahui psikologi dari peserta. Bentuk soal hampir sama seperti yang ada pada soal TKP. Perbedaannya pada opsi jawaban yang disediakan. Jumlah soal yang disediakan juga cukup banyak dengan waktu satu-2 menit untuk setiap soal.

    Wawancara dengan proporsi 20%

    SKB berupa tes wawancara umumnya bertujuan untuk menguji loyalitas dari peserta ketika nantinya dinyatakan lulus. Pertanyaanya seputar inovasi yang akan dibuat, visi misi dari kampus yang menjadi tempat tujuan pendaftaran dan riwayat publikasi. Meskipun pertanyaan seputar itu namun masing-masing kampus mempunyai kebutuhan yang harus ada pada pesertanya dan poin ini yang membedakan kampus satu dengan lainnya.

    Praktik Pengajaran (micro teaching) jumlah proporsi sebanyak 20%

    Materi yang terakhir yaitu praktik mengajar yang akan menilai kepiawaian peserta dalam mengajar. Ada banyak hal yang akan dinilai seperti rancangan pembelajaran, keterkaitan metode yang digunakan saat mengajar dan terkadang juga akan diminta untuk mengajar menggunakan Bahasa Inggris. Meskipun terkadang ditanya mengenai pengalaman mengajar, namun tidak menjadi patokan seseorang bisa lulus. Perhatikan juga artikel terkait perbedaan bobot nilai antara SKD CPNS dan SKB CPNS ini ya.

    Demikian ke-6 materi SKB beserta dengan proporsi pada masing-masing materinya. Banyak-banyak melihat pengalaman dari lulusan sebelumnya. Semakin banyak mempelajari tes yang dilakukan oleh peserta lolos pada tahun sebelumnya, semakin mudah untuk mendapatkan prediksi soal yang mungkin akan keluar di tahun ini.

  • 3 Tes SKD CPNS yang WAJIB Kamu Ketahui!

    3 Tes SKD CPNS yang WAJIB Kamu Ketahui!

    Salah satu yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari selain persyaratan administrasi adalah tes SKD CPNS. Materi yang dijadikan untuk seleksi sudah tercatat berdasarkan Keputusan Menteri PANRB No. 1023/2021 mengenai nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Pengadaan PNS Tahun Anggaran 2021.

    Meskipun belum ada secara pasti tanggal pembukaan CPNS, namun program pemerintah ini hampir buka dua tahun sekali. Maka dari itu perlu adanya persiapan jika suatu saat akan ada pembukaan kembali. Persiapan paling matang yaitu pada materi SKD karena di seleksi ini, sedikit jumlah peserta yang lolos. Ketahui terlebih dahulu jenis-jenis materi yang digunakan pada seleksi CPNS di bawah ini. Perhatikan juga artikel terkait perbedaan bobot nilai antara SKD CPNS dan SKB CPNS ini ya.

    Jenis Materi pada Tes SKD CPNS 2022

    tes SKD CPNS
    tes SKD CPNS

    TKP, Salah Satu Tes SKD CPNS Yang Harus Dilewati

    Kependekan dari Tes Karakteristik Pribadi yang isinya tentang indikator dari perilaku seseorang terkait melayani publik. Selain itu juga respon seseorang terhadap lingkup dan rekan kerja, kehidupan sosial budaya, teknologi, informasi, komunikasi dan juga profesionalitas dalam bekerja. Salah satu jenis tes dari SKD CPNS ini mempunyai jawaban yang berbeda tergantung dengan sisi kepribadian peserta. Hal ini karena jawaban yang diberikan tidak bersifat benar salah seperti tes lainnya, melainkan lebih kepada skala kepekaan.

    Jumlah soal yang diberikan sebanyak 35 butir. Pemberlakuan khusus tes ini menggunakan sistem skoring angka satu sampai angka 5 (1-5). Peserta yang tidak memilih semua skor akan diberikan nilai 0. Maka dari itu, jangan mengosongi soal khusus di seleksi ini, karena berapapun skor yang dipilih, akan mempunyai nilai.

    TWK

    Singkatan dari Tes Wawasan Kebangsaan yang berisi rangkaian soal sengaja dirancang guna menilai penguasaan. Menilai pengetahuan juga dan kemampuan dalam menerapkan konsep nasionalisme. Peserta akan dites penguasaan materinya tentang integritas, bela negara, pilar negara, dan juga Bahasa Indonesia. Soal dari TWK adalah jenis soal dari SKD CPNS dengan jumlah paling sedikit yaitu 30 butir. Ketentuan nilai pada masing-masing soal adalah jika benar mendapatkan nilai 5 dan jika salah mendapatkan nilai 0.

    TIU

    TIU kependekan dari Tes Intelegensi Umum dan merupakan soal yang akan menilai 3 kemampuan dari peserta. Kemampuan pertama adalah verbal, kedua yakni kemampuan numerik dan ketiga adalah kemampuan figural. Penilaian dari kemampuan verbal melalui soal-soal berbentuk analogi, silogisme dan juga analitis. Sedangkan penilaian dari kemampuan numerik melalui soal berupa deretan angka, perbandingan kuantitatif, dan juga soal cerita.

    Terakhir penilaian dari kemampuan figural digunakan untuk mengukur kemampuan penalaran peserta. Bentuk soal yang digunakan untuk menguji adalah soal perbandingan dua gambar, perbedaan pada beberapa gambar yang disediakan dan juga pola hubungan dalam bentuk gambar. Jumlah soal untuk salah satu SKD CPNS yang terakhir ini sebesar 35 butir. Sistem penilaian sama seperti tes TWK yaitu jika berhasil menjawab benar akan diberikan nilai 5 dan jika soal salah akan diberikan nilai 0. Perhatikan juga artikel terkait apa itu skb ini ya

    Demikian 3 tes SKD CPNS yang wajib peserta ketahui dan harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Jumlah total nilai dari ketiga tes di atas adalah 500. Angka tersebut diambil dari skor maksimal ketiganya yaitu TKP sejumlah 175, TIU sejumlah 175 dan TWK sebanyak 150. Adapun skor minimal untuk dinyatakan lolos tes ini adalah nilai TKP sebanyak 126, nilai TIU sebanyak 80 dan nilai TWK sebanyak 65. Namun ada nilai khusus yang diperuntukkan untuk formasi-formasi khusus.

  • Ini Dia 2 Perbedaan Bobot Nilai Antara SKD CPNS dan SKB CPNS

    Ini Dia 2 Perbedaan Bobot Nilai Antara SKD CPNS dan SKB CPNS

    Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi momen yang paling ditunggu oleh sebagian besar kalangan masyarakat yang tertarik untuk mencoba mengikuti seleksi tersebut. Dalam hal ini, pihak instansi pemerintah sendiri sudah menetapkan mengenai ketentuan bobot penilaian CPNS yang terdiri dari tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) dan Seleksi Kemampuan Bidang (SKB). Dari kedua tes seleksi yang diadakan tersebut, ternyata ada perbedaan bobot nilai antara SKD CPNS dan SKB CPNS.

    Tahukah kamu, apa yang menjadi perbedaan bobot nilai di antara kedua tes seleksi CPNS tersebut? Nah, jika kamu mungkin penasaran dan ingin tahu informasinya lebih lanjut, ada baiknya menyimak ulasan menariknya di bawah ini. Perhatikan juga artikel terkait apa itu skb ini ya

    Ini Dia 2 Perbedaan Bobot Nilai Antara SKD CPNS dan SKB CPNS

    perbedaan bobot nilai antara SKD CPNS dan SKB CPNS
    perbedaan bobot nilai antara SKD CPNS dan SKB CPNS

    Sekilas Tentang Tes SKD Vs SKB CPNS

    Sebelum kita mengulas lebih jauh mengenai perbedaan nilai antara SKD CPNS dan SKB, alangkah lebih baiknya bagi kamu untuk tahu mengenai pengertian dari masing-masing tes seleksi yang diselenggarakan oleh tiap-tiap instansi. Untuk tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) ini sendiri merupakan tes seleksi pertama yang harus dihadapi oleh setiap CPNS setelah dinyatakan lolos dalam seleksi berkas. Untuk tes SKD ini sendiri biasanya dikatakan sebagai tes jalur pembuka bagi para pelamar CPNS.

    Dikelola secara langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), tes SKD ini biasanya dilaksanakan dengan memanfaatkan sistem tes Computer Assisted Test (CAT) dan dilakukan di berbagai wilayah yang ada di Indonesia. Di tes SKD ini sendiri memiliki 3 jenis tes yang diujikan kepada setiap pelamar. Di antaranya yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Untuk nilai minimal lolos SKD dari ketiga tes ini yakni TWK 126, TIU 80 dan TKP 65.

    Sementara itu, untuk tes SKB sendiri merupakan tahapan tes seleksi yang diikuti para pelamar CPNS jika sudah dinyatakan lolos dalam tes SKD yang diikuti sebelumnya. Tes SKB ini dipakai mengukur kompetensi calon pelamar terkait jabatan yang diambilnya. Untuk jenis tes SKB ini sendiri dikatakan berbeda-beda untuk masing-masing jabatan dan pelaksaannya juga dilakukan berdasarkan keputusan setiap instansi. Terlebih lagi, di antara tes SKD dan SKB jmemiliki perbedaan nilai antara SKD CPNS dan SKB yang cukup signifikan.

    Meskipun sama-sama dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), untuk tes SKB ini sendiri memiliki perbedaan jenis tes di antaranya yakni tes potensi akademik, tes bahasa asing, tes fisik / kesamaptaan, psikotes, tes kesehatan jiwa dan wawancara.

    Apa Saja Perbedaan Bobot Nilai Antara SKD CPNS dan SKB CPNS?

    Mengenal Perbedaan Bobot Nilai Antara SKD CPNS dan SKB CPNS. Umumnya, bobot nilai hasil akhir terdiri dari bobot SKD sebesar 40% dan bobot SKB sebesar 60%. Meski demikian, di antara keduanya ternyata memiliki beberapa perbedaan nilai antara SKD CPNS dan SKB sebagai berikut :

    1. Untuk penentuan kelulusan akhir yang terdiri dari bobot nilai SKD 40% dan nilai SKB 60%. Biasanya terdapat beberapa rincian terkait pembobotan nilai SKB. Apabila tes SKB dilakukan hanya menggunakan CAT, maka bobot nilai tes CAT tersebut adalah 100 persen dari nilai SKB.
    2. Sementara itu, untuk tes SKB yang menggunakan CAT dan 1 jenis tes lainnya (selain wawancara). Maka bobot CAT minimal 60% dari nilai SKB. Adapun untuk bobot tes lainnya maksimal 40% dari nilai SKB. Perhatikan juga artikel terkait tahapan seleksi cpns ini ya.

    Itulah ulasan penting mengenai perbedaan bobot nilai antara SKD CPNS dan SKB CPNS yang perlu kamu ketahui sebelum mendaftar seleksi CPNS.

  • Apa Itu SKB dan Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Mengikuti Tesnya!

    Apa Itu SKB dan Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Mengikuti Tesnya!

    Diangkat menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang menjadi dambaan bagi setiap orang karena memiliki jenjang karir yang terjamin. Meski demikian, untuk sampai ke tahap ini tentunya butuh proses panjang, bukan? Seperti halnya harus lolos dalam beberapa tahapan seleksi seperti seleksi administrasi, seleksi komptensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Dari beberapa tes seleksi ini, tahukah kamu mengenai apa itu SKB dan apa saja hal yang harus dipersiapkan sebelum mengikuti tesnya?.

    Jika kamu mungkin baru mendengar mengenai tes seleksi yang satu ini dan ingin tahu lebih jelasnya, sebaiknya simak penjelasan secara lengkapnya di artikel berikut ini. Perhatikan juga artikel terkait tahapan seleksi cpns ini ya.

    Apa Itu SKB dan Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Mengikuti Tesnya

    apa itu SKB
    apa itu SKB

    Definisi Tentang SKB CPNS

    Ketika proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), kamu nantinya akan melewati 3 tahapan seleksi, yakni seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi penentuan akhir yakni seleksi kompetensi bidang (SKB). Lantas, apa SKB? Umumnya, SKB sendiri merupakan Seleksi Kompetensi Bidang yang mana diselenggarakan untuk menguji kamu sesuai dengan kompetensi bidang yang dimiliki. Dengan tes SKB ini, maka dapat menentukan apakah kemampuan yang kamu miliki memang sesuai dengan formasi yang diambil atau tidak.

    Jika tes SKD bersifat pengetahuan umum dan mengasah intelegensi, ini jauh berbeda dengan tes SKB yang berisi pertanyaan yang akan diujikan dan sifatnya yakni untuk mengasah kemampuan mengenal jabatan dan juga keterampilanmu sesuai dengan formasi yang diambil. Untuk kuota peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sendiri yakni sebanyak 3 kali dari jumlah setiap formasi yang dibutuhkan. Adapun tes SKB ini dianggap paling menentukan jika diukur dari persentase nilai. Sebab, jika SKD bobot nilainya 40%, maka SKB memiliki bobot nilai 60%. 

    3 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Setelah Tahu Apa Itu SKB

    Setelah kamu mengetahui ulasan mengenai apa itu SKB, maka kini saatnya untuk tahu mengenai hal-hal penting yang harus diperhatikan sebelum mengikuti tes tersebut agar nantinya bisa lolos seleksi. Beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan yakni sebagai berikut :

    Materi SKB CPNS

    Hal penting dan utama yang perlu Anda perhatikan baik-baik sebelum mengikuti tes SKB CPNS. Yakni harus tahu mengenai materi yang akan dipelajari. Disini, tes SKB meliputi computer assisted test (CAT) dengan waktu pengerjaan soal selama 90 menit, tes fisik / kesamaptaan. Tes potensi akademik, tes praktik kerja, psikotes, tes bahasa asing, tes kesehatan jiwa, dan wawancara. Untuk jumlah dan jenis tes SKB di setiap instansi umumnya berbeda-beda sehingga kamu perlu tahu dan paham mengenai informasi ini.

    Jadwal Tes SKB CPNS

    Tidak hanya tahu mengenai apa itu SKB saja, disini kamu juga perlu mengetahui kapan jadwal tes SKB tersebut dilaksanakan. Agar kamu tidak ketinggalan info terkait pelaksanaan tes, sebaiknya selalu update informasi di situs website instansi yang kamu daftar.

    Terapkan Tips dan Trik Ikut Tes SKB CPNS

    Hal yang tidak kalah penting untuk kamu lakukan sebelum ikut tes SKB yakni harus tahu dalam menerpkan tips dan trik ikut tes tersebut. disini, kamu bisa membaca dan mempelajari berbagai contoh soal SKB yang ada di internet sebagai latihan belajar. Pastikan kamu juga selalu memperhitungkan waktu pengerjaan tes agar dapat selesai tepat waktu.  Perhatikan juga artikel terkait contoh soal skd cpns twk ini ya.

    Dari informasi mengenai apa itu SKB dan hal-hal penting yang harus diperhatikan sebelum mengikuti tes ini, kamu tentunya kini lebih paham dan bisa mengambil langkah untuk mempersiapkan diri secara matang pada tes seleksi CPNS tersebut, bukan?